TMMD Sengkuyung III Kebumen Rampung, Jalan 600 Meter di Mangunranan Kini Mulus

    TMMD Sengkuyung III Kebumen Rampung, Jalan 600 Meter di Mangunranan Kini Mulus
    Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 Kodim 0709/Kebumen resmi berakhir di Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).

    KEBUMEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 Kodim 0709/Kebumen resmi berakhir di Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). Selama sebulan, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berhasil menuntaskan betonisasi jalan desa sepanjang 600 meter.

    Upacara penutupan TMMD digelar di Lapangan Desa Mangunranan dan dipimpin Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P. Kegiatan turut dihadiri Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Persit KCK Cabang XXIX Kebumen, Forkopincam Mirit, kepala desa, serta tokoh agama, masyarakat dan pemuda.

    Program TMMD berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Salah satu sasaran fisik utama yang dikerjakan yakni betonisasi jalan dengan panjang 600 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Pekerjaan tersebut dilaporkan rampung 100 persen.

    Jalan yang sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan pembangunan masyarakat kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas warga. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bukti kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di tingkat desa.

    Namun, TMMD Sengkuyung III tidak hanya menyasar pembangunan fisik. Sejumlah kegiatan nonfisik juga diberikan kepada masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan dan bela negara, edukasi bahaya narkoba, pemasaran secara daring, hingga pengolahan limbah.

    Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong warga agar mampu mengembangkan potensi desa secara mandiri.

    Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD.

    "Penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya pengabdian. Justru hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Semangat gotong royong yang sudah tumbuh harus terus dipertahankan, " ujar Eko.

    Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya sasaran fisik, tetapi juga dari terbentuknya kebersamaan antara TNI, pemerintah dan masyarakat.

    Selama pelaksanaan program, prajurit Satgas TMMD berbaur dengan warga dalam mengerjakan berbagai sasaran. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari semangat TMMD yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan.

    Dengan selesainya program di Mangunranan, prajurit Satgas TMMD kembali ke satuan masing-masing. Namun, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan tetap hidup melalui pemeliharaan hasil pembangunan serta keberlanjutan gotong royong masyarakat.

    Dari Desa Mangunranan, TMMD Sengkuyung III Tahun 2026 meninggalkan satu pesan kuat: pembangunan desa akan lebih cepat ketika TNI, pemerintah dan masyarakat bergerak dalam satu langkah.

    (Agung)

    tmmd tmmd2026 kodim0709kebumen kebumen mangunranan mirit tniad tmmdsengkuyung kemanunggalantnirakyat gotong royong pembangunandesa
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Hiking Rally Pramuka di Kuwarasan, TNI Tempa...

    Artikel Berikutnya

    Seru! Prajurit dan Persit Kodim Kebumen...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Gaktib Kendaraan Kodim 0709/Kebumen, 229 Prajurit Diperiksa
    Babinsa dan Warga Ori Gotong Royong Bangun Akses Jalan Menuju Makam
    HUT Ke-81 TNI Dimeriahkan TNI Fair hingga Parade dan Defile Alutsista
    Panglima TNI Tandatangani Nota kesepahaman Dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
    Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri Keuangan RI

    Ikuti Kami